Search

Get Gifs at CodemySpace.com

Senin, 10 Oktober 2011

Buku dan Perubahan

TAHUKAH ANDA! bahwa sebuah buku yang hanya terdiri dari kumpulan kertas dan tulisan itu mampu membawa perubahan yang besar bagi kelangsungan sebuah bangsa. Melalui sejarah, kita dapat mengetahui kedahsyatan dan pengaruh sebuah buku. Sebut saja, buku “Prinsipia Mathematic” yang ditulis Isaac Newton. Buku ini berisi pandangan dan sebuah pemikiran kritis bahwa kebenaran akal harus dibuktikan dengan eksperimen-eksperimen. Tahukah apa dampak yang ditimbulkan dari buku ini? Buku ini merupakan inspirator para pemimpin Eropa yang kelak mengadakan revolusi di Inggris dan Perancis. Sungguh dahsyat pengaruh buku ini!
Kita juga mengenal buku novel “Harry Potter” yang berjumlah 7 seri. Sekilas buku ini tampak seperti novel biasa. Namun siapa sangka, buku yang hanya terdiri dari kisah fiksi dan imajinasi karya J. K. Rowling ini mampu membuat penulisnya memperoleh kekayaan yang melebihi Ratu Elizabeth II. Tak hanya itu, produser-produser film siap menjadikan kisah ini tayangan yang menarik karena balutan kisahnya yang unik. Selain itu, buku Harry Potter membuat terbentuknya berbagai komunitas pecinta HarPot di seluruh dunia. Menyusul buku-buku novel lainnya, seperti Twilight series oleh Stephanie Meyer. Novel yang hanya berbentuk buku yang benda mati ini mampu menimbulkan euforia tersendiri di kalangan masyarakat.
Jika kita penyuka novel konspirasi, mungkin novel-novel Dan Brown yang rumit sudah menjadi santapan bacaan kita. Melalui buku novel dan kisah didalamnya, novel ini mampu menimbulkan kegemparan di kalangan agama tertentu karena konspirasi-konspirasi yang terungkap dalam bukunya. Novel ini mampu menimbulkan kontroversi dan perdebatan pendapat di kalangan masyarakat sekalipun dalam label kisah fiksi. Kita bisa melihat betapa besar dampak buku bagi perkembangan perilaku masyarakat.
Tak hanya itu, buku-buku lainnya seperti Chicken Soup, The Secret, dan buku motivasi lainnya mampu membangkitkan seseorang dari keputusasaan dan kebimbangan hidup. Kita melihat buku memiliki kekuatan yang sangat besar. Buku adalah sebuah alat perubahan sejati yang tak lekang oleh usia dan waktu. Begitu banyak perubahan dan peristiwa yang terjadi hanya karena sebuah buku. Buku memiliki kekuatan rahasia yang tersembunyi di setiap kata-katanya.
Sayangnya, masih banyak orang yang berpikir buku itu benda yang tidak berguna dan menghabis-habiskan waktu. Jika diberikan opsi antara berselancar di dunia maya, shopping di mall, dan membaca, mungkin membacalah yang akan menjadi pilihan terakhir bagi beberapa orang tertentu, khususnya anak muda. Tak heran jika kadar intelektualitas masyarakat Indonesia dinilai kurang karena kurangnya aktivitas membaca.
Hasil survei yang dilakukan UNESCO beberapa tahun lalu pun menunjukkan fakta yang tidak menggembirakan, yaitu minat baca masyarakat Indonesia merupakan yang paling rendah di ASEAN. Sedangkan survei yang dilakukan terhadap 39 negara di dunia, Indonesia menduduki urutan ke-38. Berdasarkan rasio penduduk, idealnya satu surat kabar dibaca oleh 10 orang. Di Indonesia, satu surat kabar dikonsumsi oleh 45 orang. Masih di bawah Srilangka yang tergolong negara belum maju, satu koran dibaca oleh 38 orang. Sungguh sangat memprihatinkan.
Sebuah perubahan datang dari buku. Jika ingin hidup kita berubah, maka mulailah membaca dan memahami sebuah buku. Mungkin filosofi itulah yang harus kita tanamkan dalam diri kita masing-masing untuk memahami pentingnya membaca bagi kelangsungan hidup kita. Buku memang sebuah benda mati yang tidak bernilai. Namun setiap lembar dari buku adalah intrepretasi dari pemikiran dan ide seseorang yang nilainya sangat berharga. Kita dapat memetik begitu banyak pelajaran, pengalaman, dan pemikiran tanpa harus mengalami apa yang dialami penulisnya. Buku membuat otak kita kaya akan pengetahuan untuk menghadapi kehidupan.
Tentu kita pun harus memilih buku yang tepat untuk mendapatkan perubahan yang optimal ke arah yang lebih baik. Pilihlah buku yang Anda sukai, seperti musik, tulis menulis, memasak, menyanyi, dan lain sebagainya. Lewat buku itu, mari kita gali apa saja rahasia dari kemampuan itu. Setelah itu, jangan berhenti pada membaca saja, tapi lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ingat, buku adalah stimulator untuk melakukan sebuah tindakan. Maka sia-sialah arti sebuah buku jika kita tidak mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis rasa ajang pameran seperti Kompas Gramedia Fair yang diselenggarakan di berbagai kota, khususnya di Bandung, kota penulis sangat cocok untuk menumbuhkan semangat perubahan. Masyarakat dari berbagai kalangan bisa memiliki buku yang mereka sukai tanpa harus mengeluarkan kocek yang banyak. Mereka bisa membaca buku dan mendapatkan arti penting dari isi buku tersebut. Tak heran jika semangat dan kegiatan ini diaktifkan secara berkesinambungan, agar banyak perubahan yang terjadi dalam hidup seseorang menuju lebih baik.
Pada akhirnya, membaca adalah sebuah aktivitas yang wajib dilakukan masyarakat Indonesia untuk maju. Tentu jangan salahkan pemerintah dan aparat lainnya jika masyarakat Indonesia tidak maju-maju. Pemerintah hanyalah abdi rakyat, namun yang berkuasa untuk membawa perubahan adalah diri kita masing-masing. Dengan buku sebagai bahan bakar perubahan, mari kita menjadi agen perubahan bangsa yang menciptakan sejarah dengan langkah tepat yang kita ambil. Bangsa ini menunggu aksimu. Selamat membaca dan dapatkan perubahannya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar