Search

Get Gifs at CodemySpace.com

Kamis, 27 Oktober 2011

Jimmy M Rifai Gani



Jimmy M Rifai Gani 
Direktur Utama Sarinah

Kerja keras dan kejujuran adalah modal kesuksesan. Dengan modal itu, menjadi pimpinan termuda BUMN Sarinah.

Duduk di ujung sofa rumahnya, ia menjawab setiap pertanyaan Sabili dengan tangkas, lancar dan runut. Tidak ada satu kalimat yang keluar darinya yang tidak nyambung. Jika dicermati, kalimat demi kalimat yang keluar dari laki-laki muda ini seakan mengandung makna dan inspirasi.

Tidak heran jika diusianya yang relatif muda (37) tahun, ia telah dipercaya Menteri Negara BUMN Sofyan Jalil untuk memimpin Sarinah, departemen store modern pertama yang dimiliki Indonesia. Pria kelahiran 15 September 1972 ini adalah Jimmy M Rifai Gani. 

Ayah tiga putra ini adalah Direktur Utama BUMN termuda yang dimiliki Indonesia saat ini. Mesti terbilang muda, namun pengalaman dan pemikirannya cukup matang. Visinya pun jauh ke depan. Boleh jadi karena itu, Sofyan Jalil sangat tertarik hingga mengamanahkan pengurusan Sarinah kepadanya.

Kematangan pria yang dianugerahi Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Dirut BUMN termuda ini terlihat sejak awal ia memimpin Sarinah. Setelah dilantik sebagai Dirut Sarinah 15 Mei 2009, Jimmy langsung membuat sejumlah gebrakan yang signifikan.

Untuk meningkatkan kinerja perusahaan misalnya, pria yang pernah menjadi lover koran di AS itu langsung menyusun roadmap pengembangan usaha untuk lima tahun ke depan dari 2009-2014. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan produktivitas, efektivitas dan efisiensi kinerja BUMN yang pernah menjadi  pioner ritel di Indonesia ini.

Ia lantas mencanangkan tahun 2009 sebagai tahun konsolidasi antara berbagai elemen yang terlibat di Sarinah, seperti karyawan, pemda, mitra, kementerian dan lainnya. Karena itu, tak heran jika empat bulan pertama memimpin Sarinah kerjaannya adalah keliling menemui banyak orang.

“Kita sowan ke mana-mana,” tegas pria yang dikenal taat menjalankan ibadah ini. Sementara itu tahun 2010 ditetapkannya sebagai tahun perbaikan kinerja. Tahun berikutnya sebagai tahun pertumbuhan. Dan tahun 2012 sebagai tahun ekspansi.

Tak cukup sampai di situ. Di bawah komandonya, Sarinah terus melakukan pembenahan besar-besaran dengan menitikberatkan pada kelebihan yang dimiliki BUMN plat merah ini. Tiga bisnis utamanya, yaitu ritel, trading ekspor-impor dan properti, terus digenjot agar lebih meningkat.

Di bidang ritel misalnya, Jimmy merancang Sarinah berbeda dengan departemen store yang lain, yaitu department store yang bercirikan budaya Indonesia. Ini akan menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan asing yang singgah di Jakarta. Sehingga mereka terketuk hatinya mendatangi Sarinah dan membeli barang khas Indonesia untuk dibawa pulang ke negaranya. “Wisatawan asing adalah potensial digarap Sarinah,” ujarnya.

Untuk itu, pria yang juga aktif menjadi anggota ICMI ini sedang membangun bekerja sama dengan berbagai Pemda di 33 provinsi di Indonesia. Mereka akan diminta menampilkan tiga produk daerah masing-masing di Sarinah, seperti fasion daerah, handicraft dan kuliner. 

Untuk memperlancar tujuan itu, beberapa waktu lalu ia pun telah menandatangani Mou dengan PHRI, persatuan hotel-hotel di Indonesia. MoU ini dalam rangka joint marketing menggaet para wisatawan asing yang datang ke Indonesia, khususnya yang singgah di Jakarata.

Karena itu, tak heran jika saat ini lingkungan Sarinah cukup berbeda dari sebelumnya. Jika beberapa waktu silam, di halaman depan Sarinah banyak orang yang nongkrong, kini telah ditertibkan. Lobby Sarinah juga sedang dibenahi untuk memberikan kesan yang dalam kepada para pelanggan. Bahkan, nantinya para pelanggan akan dimanjakan dengan keberadaan call center yang siap membantu jika dibutuhkan.

“Kita memang harus pro aktif menangkap bola. Wisatawan asing yang datang ke Indonesia 6,8 juta. 1,5 juta lewat Jakarta. Jika setengah dari itu, yaitu 700 ribu jadi target Sarinah, maka 2000 orang pertahun menjadi pasar potensial,” tutur pria yang senang berbuka puasa di Ramadhan dengan keluarga ini.

Ciri lainnya Sarinah akan tampil spesial dengan memiliki tiga ciri khas, yaitu produk Muslim, seperti jilbab dan lainnya, berbagai macam batik dan handicraft. Ketiga produk tersebut akan membentuk format special fixstore Sarinah kedepannya.

Gebrakan serupa dilakukan pria jebolan universitas AS ini di dua usaha inti Sarinah lainnya, yaitu trading ekspor-impor dan properti. Di bisnis trading, Jimmy menyiapkan konsep Sarinah sebagai trading house, terutama untuk membantu usaha kecil, menengah dan perusahaan negara.

Sebagai pimpinan Sarinah, Jimmy menyadari bahwa sebagus apa pun konsep yang dibuatnya tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan dari SDM yang bermental baik. Ia pun membangun nilai-nilai spirituil yang baik di Sarinah dengan rutin menggelar pengajian. 

Spirituil pun belumlah cukup. Untuk mengubah mental karyawan, Jimmy mengajak mereka dan para mitra Sarinah untuk mencanangkan target bersama, yaitu kesejahteraan para karyawan dengan konsep  KISS (Keluarga Insan Sarinah Sejahtera).

Namun, kesejahteraan tersebut tidak datang dengan sendirinya, tanpa usaha. Ia kemudian meminta mereka mengubah mind set  nilai-nilai yang dianut dengan konsep KISS juga, yaitu Kritis dan Kreatif, Inovatif, Sopan dan Santun. “Terus kritis bertanya bagaimana bisa bersaing dengan cara inovatif dan kreatif. Dan dalam menjalankannya dengan sopan, jangan sikut sana, sikut sini. Juga harus santun dalam berbicara,” ujarnya, menjelaskan filosofi KISS.

Setelah itu, dilanjutkan dengan menjalankan program yang disebutnya dengan memberangus KKN lama dan membangun KKN baru. Yaitu, jangan korupsi, tapi kontribusi. Kolusi diganti kolaborasi. Nepotisme diganti dengan membangun networking. “Kemudian dipimpin oleh pimpinan yang bermental JUARA (jujur, unggul, amanah dan risteker (berani mengambi risiko) dan adil,” tandasnya. 

Kini, dengan berbagai perubahan tersebut, Sarinah berjalan dengan semangat baru dan optimisme baru. Karena itu, tidak heran jika direksi Sarinah menargetkan pendapatan perusahaan plat merah ini menjadi 5 trilyun untuk 3-5 tahun ke depan. “Kami tahu itu tidak mudah, tapi insya Allah dengan kerja keras dan semnagat bersama, target itu akan tercapai,” ujar Jimmy.

Jimmy dilahirkan dari keluarga pegawai negeri dan pedagang. Kepribadiannya saat ini banyak dipengaruhi oleh ayah, ibu dan kakeknya. Ayahnya Ahmad Fauzi Gani adalah seorang diplomat di Departemen Luar Negeri. Dari ayahnya ia banyak belajar berdiplomasi. Itulah sebabnya ia terbilang lihai berdiplomasi menghadapi banyak pihak hingga saat ini.

Dari kakek dan ibunya, ia banyak belajar ilmu bisnis. Sebelum menjadi dai, kakeknya adalah seorang pedagang sukses. Hijrah dari kampung halamannya Lampung, kakeknya merintis dagang mulai dari kaki lima di Jakarta. Lama kelamaan bisnisnya berkembang pesat. Berkaca pada Rasulullah, ia kemudian melepaskan kegiatan dagangnya ke adik-adiknya dan mulai fokus berdakwah.

Ibunya mengikuti jejak kakeknya berdagang di pasar Senin. Berdagang tetap dilakukan ibunya saat mengkuti suaminya ke luar negeri. Sebagai istri pegawai negeri, ia berjuang untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Darah bisnis kakek dan ibunya ternyata mengalir ke darah Jimmy. Itulah mengapa sejak remaja Jimmy gemar berdagang. DI usia 19 tahun, ia sudah menjalankan bisnisnya sendiri. “Dari hasil bisnis itu, saya bisa membeli apa saja,” kenangnya.

Ia juga sangat terinspirasi oleh kakek dari ayahnya yang menjadi tentara dan pernah bekerja selama 16 tahun di Timur tengah. Saat kembali ke Indonesia, kakeknya ditugasi ke bidang kerohanian dan ialah yang bertugas membangkitkan spiritual tentara saat itu.

Pada usia 24 tahun, Jimmy bekerja si salah satu perusahaan multiinternasional milik Amerika. Saat bosnya membuka usaha di Indonesia, ia dipercaya sebagai direktur keuangan perusahaan multiinternasional tersebut. Perjalanan waktu mengantarkannya menjadi seorang konsultan di perusahaan dunia papan atas. Dari sini, ketajaman bisnisnya makin terasah.

Pada tahun 1998, masuk sebagai konsultan paling rendah. Karena prestasinya yang gemilang, ia melejit hingga menjadi vice presiden perusahaan tersebut di usia yang relatif muda, 28 tahun dan tercatat sebagai pimpinan paling muda se asia di perusahaan itu. 

Perjalanan berikutnya, ia bertemu dengan Pak Dharmono, seorang pengusaha sukses dan membuka usaha sendiri. Karena kepiawaiannya berdiplomasi dan menelurkan solusi, ia dipercaya sejumlah perusahaan besar, seperti Hitachi, Frisian Flag dan lainnya. Perusahaannya pun berkembang pesat dan membuka cabang di Bandung, Lampng dan lainnya.

Setelah 5 tahun berjalan, kini ia memiliki sejumlah profesional yang dapat dipercaya menjalani bisnisnya. Jimmy kemudian teringat pengalaman kakeknya, sebelum 40 tahun, ia bercita-cita tarik diri dari dunia bisnis dan fokus ke hal lain. Allah SWT ternyata berkehendak lain. Setelah melalui fit and profer test, Menteri Negara BUMN mengamanahinya menjadi Dirut Sarinah.

Kerja keras, jujur dan amanah telah mengantarkannya mencapai puncak karir tertinggi. Pengalaman Jimmy seharusnya menjadi inspirasi kita semua untuk menjadi yang terbaik. Kenapa tidak.
(Rivai Hutapea), dikutip dari http://www.sabili.co.id/wawancara/pioner-ritel-indonesia

Helen Keller

Seorang advokat pionir perjuangan hak asasi orang cacat, Helen Keller dilahirkan di Tuscumbia, Alabama. Terperangkap di dunia gelap dan sunyi setelah penyakit yang dideritanya membuatnya tuli, bisu, dan buta pada usia 19 bulan, dia menjadi anak yang sengaja merusak. Saat berusia tujuh tahun, keluarganya mempekerjakan Anne Sullivan (1866-1936), lulusan baru dari Institut Perkins untuk orang-orang tunarungu, sebagai guru atau pengajar privat di rumah.
Hanya dalam 2 minggu suatu terobosan baru muncul ketika Helen mengerti kata "air" yang Anne peragakan dengan isyarat tangannya, dan ikatan seumur hidup terbentuk antara dia dan "guru".
Tahun 1900, Keller masuk Radcliffe College. Sullivan mendampinginya dalam semua kelasnya dan menerjemahkan kuliahnya dengan isyarat tangannya. Ketika Ladies Home Journal meminta Helen menulis autobiografinya, Sullivan membayar profesor Harvard John Macy untuk membantu mereka. The Story of My Life muncul tahun 1902. Tahun 1904, Helen lulus cum laude. Sullivan dan Macy menikah tahun berikutnya, tetap bersama-sama hingga tahun 1913. 

Tahun 1906, ketika New York membangun State Commission for the Blind, gubernur menunjuk Keller untuk lembaga tersebut, dia dan Macy menjelajahi negara untuk mengumpulkan dana. Keller juga meluncurkan kampanye menentang ophthalmia Neonatorum -- kebutaan pada bayi -- menjadikannya orang pertama yang menyuarakan tentang bagaimana penyakit kelamin, yang tidak bisa dicegah, menyebabkan penyakit tersebut dan penyakit lainnya yang mematikan. Pada akhir tahun tersebut, Mary Agnes Thomson (1885-1960) bergabung dengan rumah mereka sebagai pengurus rumah tangga yang tinggal di dalam.
Tahun 1924, American Foundation for the Blind (AFB) menjadikan Keller sebagai juru bicaranya. Dia juga terus aktif dalam berbagai gerakan reformasi sosial, termasuk penghapusan tenaga kerja anak-anak dan hukuman mati. Setelah Macy meninggal tahun 1936, Thomson menjadi rekan Keller. Tahun 1930an, Keller secara efektif melobi Washington atas nama AFB, yang membantu mendapatkan pelayanan buku-buku percakapan dan bacaan untuk tunanetra yang didanai oleh pemerintah federal, dan dia menjadi penolong dalam membuat tunanetra dimasukkan sebagai kategori yang dijamin di bawah Ayat X Undang-Undang Jaminan Sosial (Social Security Act).
Selama Perang Dunia II, Keller melakukan perjalanan membangun moral rumah sakit militer, dan tahun 1950an dia melakukan perjalanan mengajar ke Afrika Selatan, Timur Tengah dan Amerika Latin untuk orang-orang yang cacat visual. Setelah kematian Thomson tahun 1960, Keller pensiun dari kehidupan publik. Tahun 1964, dia dianugerahi Presidential Medal of Freedom oleh Presiden Lyndon Johnson (1908- 1972).

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli. Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti dirinya mampu menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan.
Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah diucapkan Helen Keller:


    "It would be a blessing if each person
     could be blind and deaf for a few days
     during his grown-up live. It would make
     them see and appreciate their ability to
     experience the joy of sound".

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah bila setiap org yang sudah menginjak dewasa itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja. Dengan demikian, setiap orang akan lebih menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara!


Buku-buku Keller meliputi The World I Live In (1908), Out of the Dark (1913), Midstream -- My Later Life (1930), Let Us Have Faith (1940), Teacher: Anne Sullivan Macy (1955) dan The Open Door (1957). Dia juga membuat dua film dokumenter tentang kehidupannya, Deliverance (1918) dan Helen Keller in Her Story (1954)

Diambil dari:
Judul buku : 100 Wanita yang Mengguncang Dunia
Judul asli artikel : Helen Keller (1880-1968)
Penulis : Gail Meyer Rolka
Penerbit : Delapratasa Publishing
Halaman : 140 -- 141

Dewi Ratih Ayu Daning, Wakili Asia Pasifik sebagai Ilmuwan Muda

Sikap dan tutur katanya sederhana. Sesederhana penelitiannya yang bertemakan Limbah Teh Hitam (Bohea Bulu) sebagai Agen untuk Mengurangi Gas Metan pada Fermentasi di Dalam Perut Sapi. Penelitian itu untuk mendukung peternakan ramah lingkungan.

Bisa jadi karena penelitian itu dianggap sederhana, pada November 2008 lalu, proposal penelitian tersebut tak lolos seleksi Dirjen Dikti Kemendiknas tingkat nasional. Dikti sebatas memberikan bantuan biaya penelitian Rp 5 juta. Padahal bila paper itu dikembangkan, berpotensi menekan laju pemanasan global yang kini menjadi isu sentral dunia.

Mahasiswi jurusan Nutrisi Makanan Ternak Fakultas Peternakan UGM ini bukan perempuan yang mudah putus asa. Dia bersyukur mendapatkan bantuan penelitian Rp 5 juta dari dikti. Alumnus SMAN 1 Turen ini tetap menyiapkan tahap penelitian. Bahan dikumpulkan dan metode penelitian dirancang.

Periode Februari 2009 hingga Mei 2009, perempuan kelahiran Malang 11 Desember 1988 ini melakukan penelitian. Dia meneliti sebatas skala laboratorium. Belum diujicobakan pada hewan. Pembimbingnya Prof Dr Lies Mira Yusiati, SU dan Asih Kurniawati MSi. Keduanya adalah dosen Biokimia Nutrisi Fakultas Peternakan UGM.

"Saya sampai tidur-tidur di laboratorium. Karena pengamatannya setiap dua jam selama 72 jam. Sempat juga memecahkan tabung fermentor impor. Terpaksa ganti rugi sejuta. Juga sempet lubangi perut sapi untuk ambil senyawa di perutnya," papar Daning saat ditemui di rumahnya, Jalan Rambutan RT 3 RW 3 Desa Kemulan, Kecamatan Turen, Rabu (26/5).

Selama penelitian berlangsung, Daning mengulanginya hingga tujuh kali. Itu untuk optimalisasi level perlakuan yang pas. Mulai mencari komposisi thanin (senyawa yang dikandung teh) yang pas hingga level perlakuan yang tidak membahayakan lambung sapi.

Hasil penelitian itu selanjutnya dia ajukan dalam lomba PKM di Universitas Gajahmada (UGM) Jogjakarta. Daning sekaligus menjadikan penelitian itu sebagai bahan skripsinya. Sehingga dia pun mengembangkan penelitiannya itu dengan biaya sendiri. "Dana dari dikti kurang. Harus nambah," kata asisten dosen untuk beberapa mata kuliah ini.

Karena orang tuanya di Kemulan, Turen, hanya seorang peternak dengan kondisi ekonomi pas-pasan, Daning pun berusaha sendiri untuk bisa menambah biaya penelitian. Untungnya dia punya sedikit tabungan dari keringatnya sendiri.

Memang, sejak awal kuliah, perempuan berjilbab ini sudah nyambi menjadi tentor bimbingan belajar mata pelajaran matematika bagi siswa SMA. Selain itu dia juga mendapatkan beasiswa PPA (peningkatan prestasi akademik). "Saya tak muluk-muluk saat itu. Yang penting bisa dijadikan skripsi. Biar cepat lulus," kata Daning yang masuk ke fakultas peternakan UGM karena pilihan gurunya semasa SMA ini.

Boleh saja dikti memandang penelitian itu sederhana. Namun tidak bagi Alltech, sebuah perusahaan internasional yang bergerak dalam bidang kesehatan hewan dan nutrisi di 120 negara. Alltech memandang penelitian itu penting bagi dunia karena dapat mengurangi emisi gas metan pada pakan ternak.

Bermula saat Daning mengirimkan hasil penelitian tersebut ke lomba Alltech Young Scientist yang diselenggarakan oleh Alltech. Kompetisi tersebut digelar akhir Februari 2010 lalu.

Pihak Alltech memberikan apresiasi yang luar biasa pada hasil penelitian anak pertama pasangan Sutejo-Nurhayati ini. Papernya itu menyisihkan 80 penelitian lainnya dari seluruh Indonesia. Daning terpilih sebagai The 1st Place Undergraduate Country Winner for Indonesia.

Dalam waktu hampir bersamaan, paper miliknya bersaing di tingkat Asia Pasifik dan sukses menyabet peringkat pertama mengalahkan 1.000 kandidat se-Asia Pasifik. Daning pun menyandang First Place Winner Undergraduate Asia Pacific.

"Gak nyangka kalau bisa menang se-Asia Pasifik. Sebab lomba itu tanpa presentasi. Tiba-tiba mendapatkan telepon dari Alltech dan dinyatakan juara pertama," kata Daning.

Awalnya Daning tidak percaya kabar kemenangannya itu. Sebab telepon dari Alltech masuknya malam hari, sekitar pukul 19.00. Dia sempat curiga itu telepon iseng atau penipuan. "Tetapi Pak Isra' (Isra' Noor, General Manajer Alltech Biotechnology Indonesia) telepon salah seorang dosen juga. Dan saya diberitahu. Akhirnya saya percaya. Jelas gembira dong," kata Daning.

Berkat keberhasilan se-Asia Pasifik itu, pada 16-19 Mei Daning melaju di tingkat dunia. Dia harus mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan undangan Altech's 26th International Animal Health and Nutrition Symposium di Kentucky, Amerika Serikat.

Daning bersaing dengan perwakilan dari Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, dan Afrika. Persaingan untuk merebut gelar Global Winner (juara dunia) sebagai peneliti muda. "Akhirnya yang mendapatkan trofi global winner dari Amerika Utara. Nilai saya ada di urutan ketiga. Memang penelitian saya paling sederhana. Yang lainnya wow," kata Daning yang tetap saja tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.

Meneliti limbah teh untuk campuran makanan ternak ruminansia (memamah biak) berawal dari kerisauan Daning tentang pemanasan global. Selama ini industri peternakan ruminansia (sapi, kuda, babi, kambing) menyumbang sekitar 20 persen gas metan di dunia. Gas metan adalah salah satu penyumbang kerusakan lapisan ozon yang menjadi penyebab pemanasan global.

Daning mencoba memanfaatkan limbah teh hitam dari pusat penelitian teh dan kina Gambung Bandung. Selama ini limbah teh hitam itu hanya dimanfaatkan sebagai pupuk. Dalam penelitiannya, kandungan thanin dalam teh bisa menurunkan produksi gas methan dalam lambung sapi. "Semua limbah teh bisa. Kebetulan saya pakai yang dari Bandung," kata Daning.

Harapan jangka pendek Daning ingin segera lulus kuliah. Lalu melanjutkan ke pasca sarjana. Apalagi dia juga mendapatkan tawaran kuliah S2 di Canada dan Utah, Amerika Serikat. Tawaran itu diberikan oleh beberapa orang profesor yang ikut menyaksikan presentasinya saat simposium internasional di Kentucky.

"Tetapi masih banyak pertimbangan mau melanjutkan studi di sana. Jauh sekali. Seharian naik pesawat ke sana," kata perempuan yang bercita-cita menjadi dosen di fakultas peternakan UGM ini.

Terhadap hasil penelitiannya, Daning berharap adik kelasnya di fakultas peternakan UGM meneruskan ke tahap in vivo (dicobakan langsung ke ternak). Dari sana dapat diketahui apakah hasil penelitiannya itu bisa diterapkan dalam kehidupan nyata atau tidak. Dia ingin masyarakat dan lingkungan mendapatkan manfaat dari penelitian sederhana itu.

"Tapi jangan dicoba sekarang. Sebab penelitian saya masih sebatas laboratorium. Kalau sapinya mati gimana coba," kata perempuan yang yang hobi nonton film India ini.

Sutejo yang tak lain ayah Daning mengaku sangat gembira dengan prestasi puterinya itu. Sebagai seorang peternak sapi, dia hanya bisa berharap anaknya bisa meraih cita-cita menjadi dosen di UGM. Meski untuk membiayai kuliah S2, Sutejo mengaku angkat tangan. Dia tak mampu lagi kalau harus membiayai kuliah pasca sarjana, lebih-lebih di luar negeri.

"Angkat tangan saya kalau diminta membiayai kuliah lagi. Sekarang ini saja saya sudah ampun-ampun. Saya hanya usaha penggemukan sapi. Itu pun kemitraan," ungkap Sutejo sedih.

Sumber : www.kaskus.us

Brian Tracy


Brian Tracy yang lahir di Vancouver, Kanada pada tahun 1944 merupakan salah seorang pakar di bidang pengembangan potensi manusia dan pembicara multinasional yang dinamis dan inspiratif yang bisa mengubah hidup seseorang. Presentasi dan seminarnya mencakup topik kepemimpinan, penjualan, efektivitas manajerial, dan strategi bisnis. Setiap tahunnya ia membantu lebih dari 240.000 orang dalam hal kesuksesan pribadi dan profesional, termasuk para eksekutif dan staf dari berbagai perusahaan terkenal seperti IBM, Arthur Anderson, McDonnel Douglas, dan The Million Dollar Round Table.

Dia sekarang menjadi Ketua Brian Tracy International, sebuah perusahaan sumber daya manusia yang berbasis di Solana Beach, California, dengan afiliasi di seluruh Amerika Serikat dan tiga puluh satu negara lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan tersebut, dia sudah mempunyai karier yang sukses dalam hal penjualan dan pemasaran, investasi, pembangunan real estate, distribusi, dan konsultan manajemen.
 

Setelah putus sekolah sebelum lulus, Tracy menghabiskan beberapa tahun sebagai buruh tani. Ia kemudian mendapat pekerjaan di sebuah kapal liar dan berkelana di seluruh dunia selama delapan tahun, akhirnya mengunjungi lebih dari delapan puluh negara di lima benua. Karena ia tidak bisa lagi mencari pekerjaan sebagai buruh, ia pergi ke penjualan, berjuang pada awalnya. Dia memutuskan untuk meminta petunjuk penjual sukses lainnya dan kemudian meniru mereka. Pada akhir tahun pertama, ia mencapai puncak status salesman.

Setelah tahun kedua, dia diangkat menjadi Vice President yang bertanggung jawab atas 95 orang. Pada waktu itu ia berumur 25 tahun. Pada umur 30, Tracy memutuskan untuk kembali ke sekolah dan kuliah di University of Alberta, sehingga akhirnya mendapatkan Master's Degree in Business.

Mulai tahun 1981, Tracy mengumpulkan "success system", yang awalnya bernama "The Phoenix Seminar." Tiga tahun kemudian, pada tahun 1985, ia merilis versi update dari seminar ini sebagai self-help audio tape berjudul "The Psychology of Achievement".

Buku Tracy "Maksimum Prestasi" dimasukkan sebagai salah satu dari 50 sukses, motivasi dan kepemimpinan dalam buku klasik 50 Success Classics (2004) oleh Tom Butler-Bowdon.

Selain Tracy banyak prestasi profesional, ia juga menjadi anggota dewan pengawas bagi Heritage Foundation, yang berpengaruh di Washington, DC berbasis lembaga penelitian kebijakan publik.

Dia bekerja secara fleksibel didasarkan pada sejumlah keberhasilan "guru" lainnya, seperti Earl Nightingale, Jim Rohn dan Denis Waitley. Dia baru saja meluncurkan Brian Tracy University, sebuah kursus online yang dirancang untuk membantu pengusaha, pemilik bisnis dan penjualan profesional.

The Brian Tracy College of Business and Entrepreneurship di Andrew Jackson University (pembelajaran jarak jauh berbasis sekolah di Hoover, Alabama), dinamai menurut namanya dan didasarkan pada ajaran-ajarannya.

Pada bulan Maret 2008, Brian Tracy dan beberapa mitra bisnisnya menciptakan iLearningGlobal, yang merupakan komunitas pembelajaran online yang oleh dunia dikenal  sebagai fakultas speaker dan pendidik.

Adam Khoo

 

 Ada satu cerita tentang orang Singapura yang bernama Adam Khoo. Pada umur 26 tahun dia mempunyai empat bisnis yang beromzet US$ 20juta. Ketika umur 12 tahun Adam dicap sebagai orang yang malas, bodoh, agak terbelakang dan tidak ada harapan. Ketika masuk SD, dia benci membaca; maunya hanya main game computer dan nonton TV. Karena tidak belajar, banyak nilai F yang membuat dia semakin benci kepada gurunya; benci belajar, bahkan juga benci terhadap sekolah.

Saat duduk di kelas 3 dia dikeluarkan dari sekolah, dan pindah ke sekolah yang lain. Ketika mau masuk SMP, dia ditolak 6 sekolah, dan akhirnya masuk sekolah yang terjelek. Di sekolah yang begitu banyak orang bodohnya dan tidak diterima di sekolah yang baik itu, Adam Khoo termasuk yang paling bodoh. Di antara 160 murid seangkatan, Adam Khoo menduduki peringkat 10 terbawah.

Orangtuanya panik dan menirim dia ke banyak les, tapi hal itu tidak menolong sama sekali. Di sebuah sekolah dengan nilai 0-100, rata-rata nilainya adalah 40. Bahkan guru matematikanya pernah mengundang ibunya dan bertanya, “Kenapa di SMP kelas 1, Adam Khoo tidak bisa mengerjakan soal kelas 4 SD?”

Pada umur 13 tahun, Adam Khoo dikirim ke Super-Teen Program yang diajari oleh Ernest Wong, yang menggunakan teknologi Accelerated Learning, Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Whole Brain Learning. Sejak saat itu keyakinan Adam Khoo berubah. Ia yakin bahwa dia bisa.

Ditunjukkan oleh Ernest Wong bahwa semua orang bisa menjadi genius dan menjadi pemimpin walaupun awalnya goblok sekalipun. Dikatakan oleh Ernest Wong , “Satu-satunya hal yang bisa menghalangi kita adalah keyakinan yang salah serta sikap yang negative.” Kata-kata ini mempengaruhi Adam Khoo. Dia akhirnya memiliki keyakinan bahwa kalau ada orang yang bisa mendapatkan nilai A, dia juga bisa. Selama ini Adam Khoo bodoh, karena dia masih muda, naïf, dan menerima sepenuh hati kata-kata orang lain yang negative.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Adam Khoo berani menentukan target-nya, yaitu mendapatkan nilai A semua. Dia menentukan goal jangka pendeknya, yaitu masuk Vitoria Junior College (SMA terbaik di Singapura), tujuan jangka panjangnya masuk National University of Singapore dan menjadi murid terbaik disana.

Ketika kembali ke sekolah, Adam Khoo langsung take action dengan menempel kata-kata motivasional yang dia gambar sendiri dan belajar menggunakan cara belajar yang benar (yang selama ini tidak diajarkan di sekolah manapun), menggunakan teknik membaca cepat, cara mencatat menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan teknik super memori, dan ketika Adam Khoo ditanyai oleh gurunya, dia bisa menjawab dengan tepat.

Ketika teman-teman dan gurunya bertanya apa yang akan dia raih, dijawab oleh Adam Khoo bahwa dia akan menjadi ranking No.1 di sekolahnya, masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore. Semua orang menertawakannya, karena tidak pernah terjadi dalam sejarah bahwa lulusan SMP tersebut masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore. Bukannya jadi loyo karena di tertawakan, Adam Khoo malah semakin tertantang untuk semakin bekerja dengan cerdas dan keras untuk mencapai impian dan mengubah sejarah.

Dalam waktu 3 bulan rata-rata nilainya naik menjadi 70. Dalam satu tahun, dari ranking terbawah dia menduduki ranking 18. dan ketika lulus SMP, dia menduduki ranking 1 dengan Nilai Ebtanas Murni A semua untuk 6 mata pelajaran yang diuji. Dia kemudian diterima di Victoria Junior College dan mendapatkan nilai A bulat untuk tiga mata pelajaran favoritnya.

Akhirnya dia diterima di National University of Singapore (NUS) dan karena di universitas itu dia setiap tahun menjadi juara, akhirnya Adam Khoo dimasukkan ke NUS Talent Development Program. Program ini diberikan khusus kepada TOP 10 mahasiswa yang dianggap jenius.

Bagaimana seorang yang tadinya dianggap bodoh, agak tebelakang, dan tidak punya harapan, serta menduduki ranking terendah di kelasnya bisa berubah, menjadi juara kelas dan dianggap genius? Nah, Anda sudah tahu apa yang dikatakan oleh Ernest Wong, “Yang menghambat kita adalah keyakinan yang salah dan sikap yang negative”. 

Kesuksesan Adam Khoo pertama datang dari perubahan keyakinan yang salah menjadi keyakinan yang tepat (dari keyakinannya “Saya bodoh, lulus saja susah” menjadi “Kalau orang lain bisa mendapatkan A, saya juga bisa!”)

Kunci suksesnya yang kedua adakah bahwa dia mempunyai tujuan yang mantap (“Nilai saya harus A semua, juara 1, masuk Victoria Junior College, masuk NUS dan menjadi terbaik disana”)

Kunci suksenya yang ketiga ialah bahwa dia mempunyai alasan yang sangat kuat. Dia bahkan mengucapkan public commitment di depan taman-teman, bicara di depan kelas dan ditertawakan. Akibatnya, kalau tidak dapat nilai A, dia akan malu luar biasa; sedangkan bila mendapat nilai A, dia akan bangga luar biasa.

Kunci suksenya yang keempat adalah bahwa dia mempunyai starategi yang tepat untuk belajar. Dia menggunaka teknik membaca cepat, cara mencatat menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan teknik super memori.